Selasa, 12 Maret 2013

demi masa


Sering aku mengeluhkan dengan waktu yang sempit dan aktivitas yang padat. Membuat badan nggak bisa istirahat cukup, nggak ada waktu untuk liburan atau bersantai lebih lama, aku juga nggak bisa menulis. Padahal sebenarnya waktu yang aku miliki saat ini lebih banyak waktu kosongnya. Aku berangkat kerja pagi dan pulang jam  siang, setelah itu aku tidur siang dan sore adalah waktu santai bersama keluarga atau les sampai jam 5. Baru malamnya aku istirahat sambil menonton tv, tidur paling cepat jam 20.00, padahal saat itu juga banyak teman-temanku yang masih berada dikantor. Meski begitu aku masih sering mengeluh ketika jadwalku benar-benar padat sampai tak bisa menyempatkan diri untuk tidur siang. Tetapi hari ini memberikan pelajaran yang berarti buatku.
Hari ini libur nasional, hari nyepi. Dan awalnya aku tak berencana apapun untuk hari ini. Tapi karena tadi malam aku tidur terlalu larut membuat aku bangun lebih siang dari biasanya, setengah 7. Sengaja memang karena saat ini aku juga sedang cuti sholat. Biasanya aku bangun lebih awal untuk sholat subuh, ngaji lalu lari pagi dan membersihkan rumah lebih awal agar berangkat sekolah tidak terlambat. Dan hari ini menjadi hal langka buat aku. Tetapi apa yang terjadi? Ketika aku bangun aku merasa sangat menyesal, ini sudah pernah aku alami sebelumnya waktu kuliah, waktu bulan puasa, saat itu memang karena jam masuk lebih siang. 
Hari ini aku sudah rugi 1 jam. Tak boleh rugi lagi hanya untuk bermalaas malasan. Tetapi awal pagi ini diawali dengan kegalauan hati.haha..ini rahasia, tapi aku jadi malu sendiri kalau pagi-pagi sudah galau, tapi nggak lama setelah itu aku dapat kata-kata motivasi dari tweet orang. Aku kebali bangkit, aku menyibukan diri, dengan membersihkan rumah, menulis dan menulis. Entah hari ini sudah berapa halaman dengan tema yang berbeda-beda. Satu hal lagi, aku masih bisa melakukan kegiatan mengerjakan pekerjaan rumah, cepat seperti tergesa-gesa, tapi semua tuntas. Aku tak memikirkan masalah lagi, aku nggak galau, dan aku bisa menulis banyak. Padahal hari biasanya aku selalu malas untuk menulis alasannya sih nggak ada waktu, padahal ternyata semakin kita merasa waktu ini sempit pekerjaan akan semakin sering kita kerjakan bukan diabaikan. Intinya lebih menghargai waktu. Sama halnya ketika sedang mengerjakan tugas sekolah atau kampus, ketika diberi deadline satu minggu, aku tak akan mengerjakan sampai akhirnya jatah waktu tinggal satu hari, barulah ide itu muncul dan tangan ini serasa begitu cepatnya menuangkan ide. Bahkan aku ingat sekali 1 hari selama ujian skripsi ku berlangsung dan penguji memberikan jatah 1 minggu untuk memperbaiki skripsi, aku justru meminta waktu cukup 1 hari karena aku ingin segera menuntaskannya dan segera mendaftar yudisium awal. Dan satu ahri itu juga sepulang ujian aku langsung mencari referensi dan mengerjakan refisi skripsi kurang lebih 20 jam, aku kerjakan. Mungkin tidur hanya 1 jam. Dengan ditemani secangkir kopi, ya, temannya mahasiswa lagi skripsi adalah laptop dan kopi. Dan esok harinya juga skripsiku sudah jadi, langsung menuju kampus mendatangi pembimbing, meskipun pada akhirnya pembimbingnya minta ditunggu 2 hari. Tapi hasilnya memuaskan.
Dan ternyata orang yang mengatakan kurang waktu untuk melakukan hal positif itu kurang tepat, sebenarnya dengan sempitnya waktu yang kita miliki akan membuat kita lebih menghargai dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, tanpa bermalas-malasan. Dengan sibuknya kita tak ada waktu untuk melamun apalagi galau. Dan kesibukan didunia ini pun tak boleh lupa dengan 5 waktu yang lebih berharga dari apapun, sholat menghadap illahi, berdoa, meminta padanya, bahwa sebenarnya dialah yang mengawasi kehidupan kita, dia yang menjaga kita, menuntun kita dengan cahaya islamnya.
Demi masa.sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan saling berpesan dengan kebenaran dan kesabaran. (Qs Al Asr:1-3)
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya terutama aku yang menulis agar tak lagi bangun siang, tak lagi bermalas-malasan, tak lagi mengeluh dengan kesibukan atau kesenggangan. Tetapi lebih banyak bersyukur dan berkarya untuk memberikan banyak manfaat. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar