Sering aku mengeluhkan dengan
waktu yang sempit dan aktivitas yang padat. Membuat badan nggak bisa istirahat
cukup, nggak ada waktu untuk liburan atau bersantai lebih lama, aku juga nggak
bisa menulis. Padahal sebenarnya waktu yang aku miliki saat ini lebih banyak
waktu kosongnya. Aku berangkat kerja pagi dan pulang jam siang, setelah itu aku tidur siang dan sore
adalah waktu santai bersama keluarga atau les sampai jam 5. Baru malamnya aku
istirahat sambil menonton tv, tidur paling cepat jam 20.00, padahal saat itu
juga banyak teman-temanku yang masih berada dikantor. Meski begitu aku masih
sering mengeluh ketika jadwalku benar-benar padat sampai tak bisa menyempatkan
diri untuk tidur siang. Tetapi hari ini memberikan pelajaran yang berarti
buatku.
Hari ini libur nasional, hari
nyepi. Dan awalnya aku tak berencana apapun untuk hari ini. Tapi karena tadi
malam aku tidur terlalu larut membuat aku bangun lebih siang dari biasanya,
setengah 7. Sengaja memang karena saat ini aku juga sedang cuti sholat. Biasanya
aku bangun lebih awal untuk sholat subuh, ngaji lalu lari pagi dan membersihkan
rumah lebih awal agar berangkat sekolah tidak terlambat. Dan hari ini menjadi
hal langka buat aku. Tetapi apa yang terjadi? Ketika aku bangun aku merasa
sangat menyesal, ini sudah pernah aku alami sebelumnya waktu kuliah, waktu
bulan puasa, saat itu memang karena jam masuk lebih siang.
Hari ini aku sudah rugi 1 jam. Tak
boleh rugi lagi hanya untuk bermalaas malasan. Tetapi awal pagi ini diawali
dengan kegalauan hati.haha..ini rahasia, tapi aku jadi malu sendiri kalau
pagi-pagi sudah galau, tapi nggak lama setelah itu aku dapat kata-kata motivasi
dari tweet orang. Aku kebali bangkit, aku menyibukan diri, dengan membersihkan
rumah, menulis dan menulis. Entah hari ini sudah berapa halaman dengan tema
yang berbeda-beda. Satu hal lagi, aku masih bisa melakukan kegiatan mengerjakan
pekerjaan rumah, cepat seperti tergesa-gesa, tapi semua tuntas. Aku tak
memikirkan masalah lagi, aku nggak galau, dan aku bisa menulis banyak. Padahal hari
biasanya aku selalu malas untuk menulis alasannya sih nggak ada waktu, padahal
ternyata semakin kita merasa waktu ini sempit pekerjaan akan semakin sering
kita kerjakan bukan diabaikan. Intinya lebih menghargai waktu. Sama halnya
ketika sedang mengerjakan tugas sekolah atau kampus, ketika diberi deadline
satu minggu, aku tak akan mengerjakan sampai akhirnya jatah waktu tinggal satu
hari, barulah ide itu muncul dan tangan ini serasa begitu cepatnya menuangkan
ide. Bahkan aku ingat sekali 1 hari selama ujian skripsi ku berlangsung dan
penguji memberikan jatah 1 minggu untuk memperbaiki skripsi, aku justru meminta
waktu cukup 1 hari karena aku ingin segera menuntaskannya dan segera mendaftar
yudisium awal. Dan satu ahri itu juga sepulang ujian aku langsung mencari
referensi dan mengerjakan refisi skripsi kurang lebih 20 jam, aku kerjakan. Mungkin
tidur hanya 1 jam. Dengan ditemani secangkir kopi, ya, temannya mahasiswa lagi
skripsi adalah laptop dan kopi. Dan esok harinya juga skripsiku sudah jadi,
langsung menuju kampus mendatangi pembimbing, meskipun pada akhirnya
pembimbingnya minta ditunggu 2 hari. Tapi hasilnya memuaskan.
Dan ternyata orang yang
mengatakan kurang waktu untuk melakukan hal positif itu kurang tepat,
sebenarnya dengan sempitnya waktu yang kita miliki akan membuat kita lebih
menghargai dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, tanpa
bermalas-malasan. Dengan sibuknya kita tak ada waktu untuk melamun apalagi
galau. Dan kesibukan didunia ini pun tak boleh lupa dengan 5 waktu yang lebih
berharga dari apapun, sholat menghadap illahi, berdoa, meminta padanya, bahwa
sebenarnya dialah yang mengawasi kehidupan kita, dia yang menjaga kita,
menuntun kita dengan cahaya islamnya.
Demi masa.sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali
orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan saling berpesan dengan
kebenaran dan kesabaran. (Qs Al Asr:1-3)
Semoga tulisan ini dapat
bermanfaat bagi yang membacanya terutama aku yang menulis agar tak lagi bangun
siang, tak lagi bermalas-malasan, tak lagi mengeluh dengan kesibukan atau
kesenggangan. Tetapi lebih banyak bersyukur dan berkarya untuk memberikan
banyak manfaat. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar