Senin,
18 Juni 2012
At
16. 54 am.
Sore
ini aku tengah melepas lelah, hmmm... tapi bukan berleha-leha di kamar tanpa
mengerjakan sesuatu, aku suka beristirahat di kamar sambil mencari inspirasi
untuk menulis apa saja yang telah aku alami. Seperti hari ini. Dapat aku
katakan hari ini cukup sempurna. Di sekolah aku mengerjakan beberapa tugas
seperti mempersiapkan ijazah untuk siswa kelas IX. Sangat menyenangkan karena
aku memiliki ilmu baru tentang administrasi sekolah. Tetapi pelajaran yang
paling berharga hari ini adalah tentang bagaimana sikap kita menjadi orang tua
yang baik untuk anak-anak kita, ah, bukan, untuk adik atau siapapun itu.
Intinya belajar bermain bersama anak-anak kecil, malaikat kecilku.
Aku
sangat menyayangi adik-adik sepupuku sendiri yang masih unyu-unyu itu. Terutama
caesar yang usianya paling muda di antara yang lain. Setiap sore aku mampir ke
rumah bibi untuk mengajak caesar bermain. Kalau aku sudah datang tangannya
sudah menengadah minta di gendong. Kedatanganku selalu disambut dengan senyum
cerianya. Kalaupun aku sedang capek lihat senyum dia aja capeknya nggak terasa,
kecuali kalau udah bermain-main lam, karena saking aktifnya aku kadang
kewalahan dan nyerah deh..alhasil aku minta tolong mamah gantiin.hehehe...
Seperti
biasa aku mengajaknya main di rumahku bersama si kembar aura aurel dan si aa
yafi. Sekarang dia sudah bisa melangkah dengan jarak kira-kira 2 meter, aku
masih takut melepasnya. Ngeri. Tapi memang harus di coba. Awalnya dia susah
banget di ajak jalan, masih males, paling 3 langkah terus duduk, terus berdiri
lagi. Lucunya sekarang dia tertarik banget dengan sandal, aku kenalkan aja dia
sandal, terus aku pakai dan aku lompat-lompat dan melakukan gerakan jalan di
tempat sambil berhitung satu sampai delapan seperti gerakan senam sambil tepuk
tangan, diikuti anak-anak juga. eh..dia tertawa, sepertinya dia tertarik untuk
mengikutinya, benar, dia berdiri lalu tepuk tangan. Di tanganku ada sandal lalu
aku perlihatkan padanya. Sini..sini...Dia terus melangkah, seperti itu setiap
sore, wah..senangnya... jangan menyerah untuk belajar ya sayang. Semoga cepat
bisa jalan. J
Sore
ini caesar sudah belajar jalan, dan mengenal panasnya api. Hmm..aku merasa
bersalah banget. Selama ini dia tau panas itu kalau pegang mangkok berisi
makanan panas, dia bilang tet..tet..dan tangannya di tarik ulur mendekat dan
menjauh dari mangkok panas. Kalau ada kepul asapnya dia berusaha memegang
asapnya. Hihi..
Oh
iya, aku pernah lihat video anaknya temenku, usianya masih 2 tahun, di video
itu dia sedang joget-joget sambil pegang rokok. Astagfirullah.., aku sih nggak
tau maksudnya temenku apa. Tapi aku kurang setuju aja kalau anak apalagi
usianya masih sangat muda di kenalkan sama rokok. Apa kata dunia. Aku memang
belum menjadi ibu, tapi entah naluri mungkin. Sebagai orang tua atau orang yang
lebih tua, tentu kita paham bagaimana hal yang baik dan tidak, maka sangatlah
wajib mengenalkan hal-hal baik pada mereka, apa yang kita lakukan selalu mereka
tiru, makanya kita juga harus hati-hati berperilaku, berkata di hadapan mereka,
apa yang mereka dengar, lihat dari kita adalah hal baru yang akan mereka simpan
di memori mereka. Bahkan daya tangkap mereka lebih cepat. Aku jadi banyak
belajar dari pengalamanku mengasuh caesar.
Pernah
ada pengalaman dari kakaknya caesar, ana. Dia mengeluarkan kata-kata kasar.
Mungkin bagi orang dewasa itu wajar. Tapi kalau itu dikatakan anak kecil
rasanya belum dan memang tidak pantas. Waktu aku tanya, kok bilangnya saru sih
kak? Dia jawab, si anu juga bilang kayak gitu kok, . nah loh... teryata bicara
dekat anak-anak juga harus hati-hati. Benar. Orang tua atau pendidikan keluarga
adalah pondasi utama dalam karakter anak ke depannya. So buat kita para calon
orang tua khususnya aku didiklah anak sebaik-baiknya, terutama agamanya.
Tempatkan dan kenalkan dia di lingkungan yang baik dan boleh membebaskan mereka
bermain, biar mereka bereksplorasi sendiri, yang penting kita masih mengawasi
mereka.
Aku
jadi ingat, waktu itu aku sedang sholat. caesar gangguin gitu, duduk di depan
kadang narik-narik mukena. Terus ngeliyatin. Aku pikir dia sedang belajar. Aku
kenalkan saja, aku peragakan sholat dengan mengucapkan takbir lalu sujud.
Eh..dia niruin. Terus waktu ana sedang
belajar ngaji, dia ngerebut iqra-nya, terus niruin si kakak. Walaupun nggak
jelas bngomong apa, tapi aku pikir dia sedang menirukan mengaji. Hihihi...seru
sepertinya menjadi orang tua. Hal yang paling bermakna , ajarkan mereka dengan
kasih sayang. Insya Allah mereka menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah,
amiinJ