Pikiran
ini terbesit skilas saja pada saat menikmati perjalanan pulang dari kota brebes
menuju bumiayu, tepatnya di bus mikro tak ber-AC, dipertengahan lorong bus di
isi oleh penumpang yang berdiri, dan aku saat itu tengah menikmati kemacetan
jalan kecil dan rusak dikarenakan ada perbaikan jalan. Sepanjang jalan banyak
orang-orang meminta bantuan sumbangan untuk perbaikan jalan, bahkan tak ingin
kalah anak-anak kecilpun ikut menengadahkan tangan mereka. Dari ujung jalan
terlihat beberapa bapak-bapak tua sedang memanggul batu besar, ada yang sedang
menggali tanah di sisi jalan. Kira-kira apa yang ada dipikiran kalian saat itu?
Mungkin ada yang mikirin nanti makan apa ya di rumah? Turun dari bus naik apa
ya? Angkot apa ojek? Banyak segelintir pemikiran dan khayalan di otakku, dan
yang menarik adalah salah satu judul di atas tadi.
Hmm..dulu
aku sempat berpikir, kenapa sih Allah nggak menciptakan kita sama aja, semua
orang kaya dan punya banyak uang adi nggak perlu ada yang minta-minta, nggak
perlu ada yang kelaparan, nggak perlu ada orang yang tidur di kolong jembatan,
dengan begitu kan nggak akan ada maling juga, kenapa harus belanja di mall,
harus beli sayur, bukannya dalam AlQuran Tuhan sudah menyediakan hasil bumi
untuk kita semua? Berarti kan nggak harus ada bayar pajak, nggak harus bayar,
semuanya milik bersama. Bahkan aku sempat berpikir kalau Tuhan itu tidak adil.
Banyak orang-orang baik tapi miskin, ada orang yang kaya tapi ada juga yang
ternyata korupsi.
Setelah
melihat peristiwa di jalan tadi, aku jadi sedikit memahami apa maksud Allah,
tentang keadilan Allah. Pernyataan bahwa Allah itu maha adil meski aku tak tau
dimana letak keadilannya, mungkin inilah rahasia Allah. Dan melihat segerombol
bapak-bapak tua memperbaiki jalan membuatku tau bahwa inilah kehidupan, Allah
menciptakan dan mengatur sedemikian rupa kehidupan di dunia ini. Sederhananya
kalau semua orang kaya dan berkuasa, mungkin tidak akan ada yang mau
panas-panas mengangkut batu dan memperbaiki jalan. Bayaran kecil pula. Padahal
jalan raya itu merupakan fasilitas umum yang menjadi kebutuhan primer, dan
dalam jangka waktu tertentu aspal akan menipis dan rusak, kalau bukan mereka
siapa lagi. Dalam hati kecilku aku berterimakasih kepada mereka, yang mau
bekerja keras untuk memperbaiki jalan demi kenyamanan pengguna. Aku tau tenaga
mereka pun terbatas jadi kalau ada orang yang mengeluh dengan jalan yang masih
rusak atau lama prosesnya, hmm..coba kalau dia yang bekerja di sana.hehehe..
Hal
yang sama kalau semua orang kaya tidak ada yang namanya petani, mana ada orang
yang mau panas-panasan nandur padi, kecuali orang kaya itu benar-benar berhati
mulia dan mau mengurusi kebunnya sendiri. Pasti ada pemilik tanah dan adayang
mengolah tanah yaitu para petani yang mampu mengolah lahan itu. Ada majikan ada
pembantu, tetapi bukan berarti kita seenaknya nyuruh-nyuruh orang. Kalau
pekerjaan itu masih bisa dilakukan sendiri kenapa harus memerintah orang,
contohnya mengambil minuman, mengerjakan tugas rumah yang simpel aja deh. Kan
Allah memberikan kita tangan dan kaki untuk kita gunakan dalam bekerja. Kalau
membicarakan tentang keadilan Allah tidak akan pernah berhenti dan banyak yang
jauh diluar logikan manusia. Tak terbatas.tetapi sesungguhnya seberat apapun
kehidupan yang sedang dihadapi, pasti telah ada yang mengaturnya, dan Allah
tidak akan memberikan cobaan tanpa maksud tertentu. Sebagai pelajaran untukku juga
selalu ada hikmah di balik semua ini, yang penting tetap berusaha menjadi
makhluk Allah yang dimuliakan, yang disenangi Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar