Selasa, 19 November 2013

tips dapur sehat

Yeaayyy…
Ini dia salah satu bumbu yang nggak mungkin kita tinggalkan, garam. ,, hayoo siapa yang tau fungsi garam selain untukbumbu masakan? Hmmm, jangan anggap remeh loh bumbu satu ini, selain kaya akan mineral, garam memiliki 10 fungsi selain dapat digunakan untuk bumbu dan pupuk loh.. mau tau apa saja?? Simak berikut ini, terutama untuk ibu-ibu yang hoby di dapur. J
1.       Membersihkan lubang air yang tersumbat
Caranya: larutkan garam dengan air panas, aduk dan tuangkan ke lubang bak cuci yang tersumbat.
2.       Mengusir semut
Taburkan garam di pintu dan kusen jendela yang menjadi semut tempat menyelinap
3.       Menghilangkan minyak dari wajan
Percikkan garam ke atas wajan berminyak, sapukan dengan handuk atau lap
4.       Cerahkan warna tirai atau karpet
Celupkan tirai atau karpet pada larutan air garam, lalu peras airnya hingga terbuang, kemudian gosok tirai atau karpet tersebut dengan cepat,bersihkan dengan air bersih, jemur
5.       Membersihkan teko kopi
Masukkan es batu dan garam ke dalam teko kopi, aduk dengan kuat lalu bilas
6.       Menghilangkan bau dari lemari es
Campuran garam dan soda dapat menghilangkan bau tak sedap di lemari es
7.       Membuat bunga tetap segar
Bubuhkan garam kedalam vas bunga berisi air, agar bunga potong tetap segar dan tahan lama
8.       Menghapus karat
Campurkan garam, air dan saus tartar atau lemon, akan terbentuk pasta yang dapat membantu membersihkan karat
9.       Memperbaiki dinding berlubang
Buat pasta dari campuran garam, tepung maizena dan air secukupnya, lalu tutupi lubang dinding
10.   Membersihkan noda di cangkir
Tambahkan garam pada setetes sabun cuci piring.
Demikian tipsnya, mari kita belajar menjadi ibu hemat,cermat dan smart. Tips ini saya ambil dari tabloid rumah . semoga bermanfaat.

Rabu, 23 Oktober 2013

cermin

setiap detik setiap hari selalu ku temukan pelajaran.. aku bersyukur kini kenapa Allah memberikan kehidupan ini padaku, ketika dulu aku merasa menjadi orang paling tidak beruntung, tapi lambat laun aku mulai mengerti, kenapa aku harus berada di tempat ini..
dulu aku sangat menginginkan kehidupan yang sempurna, menjadi orang yang sempurna, tinggal diperkotaan, gaji tinggi, kerja di tempat keren, idealis memang, tapi begitulah kenyataannya.
dua tahun sudah aku berada di tempat ini,, sekarang aku tak hanya mengajar IPA, tapi aku mencoba belajar bahasa Indonesia, selain itu kini aku diberi kepercayaan untuk menjadi guru di SMP Paket B.
kalau aku mau memandang sebelah mata, tak akan henti-hentinya aku mengeluh.
mengenal dan memahami firman Allah dalam surah ar rohman membuatku sadar betul, bahwa tidak pantas rasanya aku mengeluh, bahkan ketika keadaanku tak seperti yang aku inginkan.
selama mengajar itulah aku justru belajar banyak hal, tak hanya mensyukuri kenikmatan materi, tapi belajar tentang kehidupan sosial, mengenal banyak orang bahwa tak semua manusia memiliki sifat yang sama apalagi yang sesuai dengan apa yang kita harapkan.
ketika kuliah aku mempelajari tentang karakteristik siswa yang bermacam-macam dari segi teori, kini aku benar-benar berada dalam kenyataan.
mereka.. anak-anakku..mereka adalah cermin untukku.
dari polahnya, tingkah lakunya di kelas, diluar jam pelajaran memberikan banyak pelajaran,
ketika mereka mengatakan bu guru padaku,,sebenarnya merekalah guruku. aku belajar banyak hal dari mereka..
tak hanya belajar materi pelajaran, tapi tentang nilai kemanusiaan, menghargai, menerima dan mendengar apa yang mereka inginkan tanpa harus mendikte
ketika mereka bisa menerimaku dengan baik, merespon setiap pertanyaan yang aku ajukan, meminta aku menjelaskan sesuatu, melemparkan senyum penuh hangat karena kedatanganku di kelas, itulah semangat untukku, hadiah terindah Tuhan..
dan ketika mereka hanya duduk diam, lemas, tidak meresponku, tdak peduli, ini cermin untukku..pada saat itulah aku tau, bahwa masih banyak yang harus aku pelajari, masih banyak kurangku..
malam tadi, aku baru saja di tegur, rasanya sangat sakit, ketika tahu muridku kini belajar dengan guru yang lain, rasanya aku adalah guru yang sangat tidak bertanggung jawab. atau mungkin aku tidak bisa menjadi guru yang baik untuknya. ini cermin untukku, ketika kemarin-kemarin aku tak lagi mengajarnya kini ia berlari ke orang lain, kehilangan seorang murid itu rasanya..
kini bukan lagi materi, tapi semangat mereka, respon mereka dan hasilyang mereka peroleh, prestasi mereka adalah kepuasan sendii untukku.
aku harus lebih baik.. teruslah menjadi cermin untukku.. cermin yang jernih,,yang memantulkan keindahan, dan pun ketika kotor tertutup oleh debu, aku akan membersihkannya setiap waktu...

Kamis, 08 Agustus 2013

the greatest gift

5 agustus 2013...
senin siang kemarin menjadi hari pertama bersejarah untukku, agak sedikit lebay yah..hehehe..
tapi rasanya...nggak tau lagi harus bilang apa, ini pertama kalinya
jauh dari itu semua, biarlah perasaan ini aku simpan sendiri dan cukup aku ceritakan dalam bentuk doa dan rasa syukur, cinta kepada allah SWT yang telah menciptakan perasaan ini..
lebih dari itu, aku sangat takut, takut dengan perasaan ini, tak ingin berlebihan, karena sepatutnya cinta ini masih milikNya,  semoga perasaan ini dapat aku jaga dengan baik, Allah..engkau maha cinta..
engkau pemilik hati ini..engaku yang mempertemukan kami,, kami pasrahkan segalanya padaMu..:)

Minggu, 09 Juni 2013

cerita lalu

sore ini lagi galau lagi..sendirian d rumah, hati lagi galau, lagi nggak sholat juga jadi nggak bisa curhat sama Allah..nengokin laptop deh..sekalian buka blog...nulis aja biar plong..
kalo lagi sedih gini paling bisa buat aku lebih tenang adalah mengingat masa lalu, cerita d sebuah kamar kos di yogyakarta... hatiku benar-benar tertinggal di sana...rindu masa lalu..2009-2011..
rasanya semua cepat berlalu dan aku ingin kembali ke masa itu lagi.
ini moment d kamar rida, jamannya ada anak baru yaitu hesti yg pake jilbab merah, sayang foto kegokilan d kost gk bisa d uplot smw karena banyak yg gk pake jilbabnya, hihii
ini moment kebersamaan yang sangat di tunggu2.. pemotretan, gaya banget ala ala model gitu, alhamdulillah akhirnya da waktu pas buat kita bisa kumpul bersembilan, d foto studio apa yah ini namanya?



 dan ini adalah kebersamaan terakhir kalinya..di gale..makan-makan syukuran kami yang sudah lulus kuliah..yeaayyy!!!


 ini tahun baru pertama di 2010, ceritanya waktu itu aku lagi bete sama itu tuh..huh!gk mau d ceritakan, ini khusus kebersamaan kami..baik banget mereka berusaha buat aku tersenyum..makasiih:)
ini di gembira loka, tapi cuma mampir foto nggak masuk gara-gara padat merayap..so pulang lagii..menuju museum afandi.

ini di benteng, sayang cuma 4 anak yang bisa ikut, lagi nggak kompak nih..

 ini adalah buka bersama yang paling di tunggu, tapi cuma berempat..gak tau waktu itu lagi gak kompak juga niih..sibuk dhewek2..
 ini di depok beach..ceritanya syukuran mbak desi yang udah wisudaa..yeaayyy!!
 ini adalah kebiasaan kita anak-anak kost, kalo lagi nongkrong k mall pasti hobynya acak-acak baju, trus d pake di kamar pas, foto-foto tapi nggak jadi beli gara-gara kemahalan..hahaha..anak kost banget, tapi itu jadi beli kok:)
 ini moment ulang tahun endah..sekarang nggak tau nih kabar dia dimana?miss u ndut..itu kue dari hamdu loh..hihihii yamm..

 ini keindahan malam jogjakarta tepatnya malioboro...d depan benten..miss miss miss...:*
 taraaaaa!!!! ini dia pemotretan tadi..pas kan bersembilan, nah dari ke 9 ini siapa yang sudah menikah?baru 2 mbak ron dan kak tas..siapa lagi yg mau menyusul?? alhamdulillah masih banyak temannya:)

masih banyak moment lain yang nggak bisa di masukan di sini..terlalu banyak cerita yang tak bisa terungkapkan, persahabatan, persaudaraan, semua tercipta di rumah kecil, anak anak abi dan ummi..rindu kalian semuaa...titis, tika, endah, rida, tyas, dita, hesti, mbak ar, mbak roni, mbak desi..:)

Jumat, 22 Maret 2013

dear my son


Senin, 18 Juni 2012
At 16. 54 am.
Sore ini aku tengah melepas lelah, hmmm... tapi bukan berleha-leha di kamar tanpa mengerjakan sesuatu, aku suka beristirahat di kamar sambil mencari inspirasi untuk menulis apa saja yang telah aku alami. Seperti hari ini. Dapat aku katakan hari ini cukup sempurna. Di sekolah aku mengerjakan beberapa tugas seperti mempersiapkan ijazah untuk siswa kelas IX. Sangat menyenangkan karena aku memiliki ilmu baru tentang administrasi sekolah. Tetapi pelajaran yang paling berharga hari ini adalah tentang bagaimana sikap kita menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita, ah, bukan, untuk adik atau siapapun itu. Intinya belajar bermain bersama anak-anak kecil, malaikat kecilku.
Aku sangat menyayangi adik-adik sepupuku sendiri yang masih unyu-unyu itu. Terutama caesar yang usianya paling muda di antara yang lain. Setiap sore aku mampir ke rumah bibi untuk mengajak caesar bermain. Kalau aku sudah datang tangannya sudah menengadah minta di gendong. Kedatanganku selalu disambut dengan senyum cerianya. Kalaupun aku sedang capek lihat senyum dia aja capeknya nggak terasa, kecuali kalau udah bermain-main lam, karena saking aktifnya aku kadang kewalahan dan nyerah deh..alhasil aku minta tolong mamah gantiin.hehehe...
Seperti biasa aku mengajaknya main di rumahku bersama si kembar aura aurel dan si aa yafi. Sekarang dia sudah bisa melangkah dengan jarak kira-kira 2 meter, aku masih takut melepasnya. Ngeri. Tapi memang harus di coba. Awalnya dia susah banget di ajak jalan, masih males, paling 3 langkah terus duduk, terus berdiri lagi. Lucunya sekarang dia tertarik banget dengan sandal, aku kenalkan aja dia sandal, terus aku pakai dan aku lompat-lompat dan melakukan gerakan jalan di tempat sambil berhitung satu sampai delapan seperti gerakan senam sambil tepuk tangan, diikuti anak-anak juga. eh..dia tertawa, sepertinya dia tertarik untuk mengikutinya, benar, dia berdiri lalu tepuk tangan. Di tanganku ada sandal lalu aku perlihatkan padanya. Sini..sini...Dia terus melangkah, seperti itu setiap sore, wah..senangnya... jangan menyerah untuk belajar ya sayang. Semoga cepat bisa jalan. J
Sore ini caesar sudah belajar jalan, dan mengenal panasnya api. Hmm..aku merasa bersalah banget. Selama ini dia tau panas itu kalau pegang mangkok berisi makanan panas, dia bilang tet..tet..dan tangannya di tarik ulur mendekat dan menjauh dari mangkok panas. Kalau ada kepul asapnya dia berusaha memegang asapnya. Hihi..
Oh iya, aku pernah lihat video anaknya temenku, usianya masih 2 tahun, di video itu dia sedang joget-joget sambil pegang rokok. Astagfirullah.., aku sih nggak tau maksudnya temenku apa. Tapi aku kurang setuju aja kalau anak apalagi usianya masih sangat muda di kenalkan sama rokok. Apa kata dunia. Aku memang belum menjadi ibu, tapi entah naluri mungkin. Sebagai orang tua atau orang yang lebih tua, tentu kita paham bagaimana hal yang baik dan tidak, maka sangatlah wajib mengenalkan hal-hal baik pada mereka, apa yang kita lakukan selalu mereka tiru, makanya kita juga harus hati-hati berperilaku, berkata di hadapan mereka, apa yang mereka dengar, lihat dari kita adalah hal baru yang akan mereka simpan di memori mereka. Bahkan daya tangkap mereka lebih cepat. Aku jadi banyak belajar dari pengalamanku mengasuh caesar.
Pernah ada pengalaman dari kakaknya caesar, ana. Dia mengeluarkan kata-kata kasar. Mungkin bagi orang dewasa itu wajar. Tapi kalau itu dikatakan anak kecil rasanya belum dan memang tidak pantas. Waktu aku tanya, kok bilangnya saru sih kak? Dia jawab, si anu juga bilang kayak gitu kok, . nah loh... teryata bicara dekat anak-anak juga harus hati-hati. Benar. Orang tua atau pendidikan keluarga adalah pondasi utama dalam karakter anak ke depannya. So buat kita para calon orang tua khususnya aku didiklah anak sebaik-baiknya, terutama agamanya. Tempatkan dan kenalkan dia di lingkungan yang baik dan boleh membebaskan mereka bermain, biar mereka bereksplorasi sendiri, yang penting kita masih mengawasi mereka.
Aku jadi ingat, waktu itu aku sedang sholat. caesar gangguin gitu, duduk di depan kadang narik-narik mukena. Terus ngeliyatin. Aku pikir dia sedang belajar. Aku kenalkan saja, aku peragakan sholat dengan mengucapkan takbir lalu sujud. Eh..dia niruin.  Terus waktu ana sedang belajar ngaji, dia ngerebut iqra-nya, terus niruin si kakak. Walaupun nggak jelas bngomong apa, tapi aku pikir dia sedang menirukan mengaji. Hihihi...seru sepertinya menjadi orang tua. Hal yang paling bermakna , ajarkan mereka dengan kasih sayang. Insya Allah mereka menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, amiinJ

my mom is my hero


Kalau aku melihat wajahnya, menatap fotonya, aku selalu ingin menangis, nggak tau kenapa. Aku tak pernah peduli seperti apa dulu. Kata mbah dan bibi-bibiku, saat usiaku masih 1 minggu aku sudah di bawa ke jawa. Aku memang lahir di tanah sunda, singaparna. Jawa barat. Tetapi aku tumbuh hingga dewasa di jawa tengah, walaupun bahasa kami tak jauh beda. Sejak usia 1 minggu aku tinggal bersama mbah dan keluarga besar dari ayahku, kedua orag tuaku masih menyelesaikan studynya di jawa barat. Jadi aku tidak minum ASI melainkan air susu biasa,. Dulu aku sempat kecewa dan sedih, kok mamah nggak mau ngerawat aku, makanya aku kurang dekat sama mamah. Tetapi sejak kuliah aku sudah mulai membuka diri, aku sudah berani bercerita tentang sahabat dan orang-orang terdekat ke mamah. Suatu saat aku pernah main ke rumah temanku, ia sangat akrab dan dekat sekali dengan ibunya, aku jadi iri. Sebenarnya ibuku bukanlah orang yang jahat, atau galak atau negatif.  Tetapi aku tidak pernah tau bagaimana mengungkapkan sayang aku. aku kurang dekat dengannya bukan berarti aku nggak sayang atau hubunganku dengan beliau kurang harmonis, tidak sama sekali.
Mamah adalah seorang ibu rumah tangga biasa, dulu beliau sempat menjadi guru MA bersama bapakku, tetapi sejak kelahiran adikku, mamah memutuskan untuk menjadi Ibu rumah tangga. Sejak kecil aku di asuh oleh pengasuh, makanya aku kurang dekat dengan mamah, yang aku ingat hari-hari bersama beliau waktu kecil adalah ketika belajar berhitung matematika kelas 2 SD. Waktu itu di sekolah guruku memberi tugas pertambahan dan pengurangan. Nilaiku 90 dan salah di bagian pengurangan, kata pak guru pekerjaan ini di suruh di perbaiki di rumah. Jadi sepulang sekolah aku langsung minta di ajari mamah. Mamah mengajariku bagaimana mengurangi bilangan juga membaca sampai akhirnya aku bisa.
Aku mulai mengenal mamah dari cerita bibiku yan tidak lain adik dari bapak, juga dari kegiatan sehari-harinya saat ini. Sejak bibi punya warung klontong, mamah selalu membantunya di warung, mamah berangkat setiap pagi. Sebelumnya mamah pernah berwira usaha membuat lontong isi dan di titip di warung, juga membuat roti isi waktu SMA. Aku lihat betapa tekunnya mamah mengerjakan semua itu sendiri. Aku dan adikku membantu dalam pemasaran, kami menitipkan jajanan ke koperasi sekolah. Tetapi karena penghasilan yang sedikit akhirnya mamah berhenti dan beralih pada pembuatan sale dan rengginang. Mamah mengerjakan itu sendiri. Bapak membantu dalam pengemasan, alhamdulillah ini masih berjalan sampai sekarang. Aku selalu kasihan dan nggak tega lihat mamah membuat makanan itu sendiri, aku pernah bilang kenapa nggak minta di bantuin orang aja, punya karyawan gitu. Tapi mamah bilang, pekerjaan ini masih bisa di kerjakan sendiri, dan kalau punya karyawan mamah belum tentu bisa membayarnya banyak, karena untung dari penjualan makanan ini hanya untuk menutup kekurangan dari kebutuhan sehari-hari. Tetapi mamah terus menekuninya. Aku juga tak banyak membantu.
Sejak bibi punya warung mamah semakin sibuk dan waktu istirahatnya berkurang, apalagi sekarang hampir setiap hari ada kaian rutin di desa, mamah tak pernah absen untuk mengikuti kajian. Kadang aku sering mengeluh karena mamah jadi jarang di rumah dan jarang masak. Aku sempat protes. Aku tidak tau ini ternyata menyakiti hati mamah. Maaf. Sejak itu mamah selalu berusaha menyenangkanku, kalau mau masak, mamah selalu tanya kamu mau minta di masakin apa? Selalu begitu.
Ya Allah...aku tak pernah melihat perjuangannya yang sangat berat. Ku mulai mengerti kalau pekerjaan seorang mamah itu sanagt berat ketika 1 minggu di tinggal mamah ke Tasik. Waktu itu ayahnya mamah meninggal dunia jadi mamah harus di sana 1 minggu. Sejak itu aku yang memegang pekerjaan rumah tangga, mengurusi bapak dan adikku. Mencuci piring, memikirkan akan masak apa hari ini, mencuci baju dan menjemurnya sebelum aku berangkat kerja sehingga mengharuskan aku bangun lebih pagi dari biasanya, menyapu rumah, menyetrika baju bapak. Biasanya aku hanya menyetrika bauku sendiri. Sejak itu aku tau, ternyata jadi mamah capek banget, berat, melelahkan bahkan lebih berat dari pada pekerjaan aku di sekolah. Padahal mamah nggak hanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga, beliau juga harus mengikuti kajian rutin di desa,  3 minggu sekali bantu bibi di warung klontong, kalau sore kadang mengasuh caesar. tetapi mamah tak pernah sama sekali mengeluh atau merasa capek.  Bahkan beliau tak pernah menyuruh aku atau adikku bekerja. Makanya keterampilanku dalam pekerjaan rumah tangga kurang, tetapi pengalaman menjadi anak kost membuatku sedikit tau dan sekarang aku sudah bisa membantunya, walaupun tak sering.
Pernah, waktu itu hari minggu, pagi-pagi seperti biasa mamah menyiapkan sarapan, sekarang aku sudah mulai bantu sedikit-sedikit di dapur seperti mencuci piring atau kalau lagi ingin masak aku yang menawarkan diri untuk masak, mamah seneng banget kalo aku masak. Mungkin karena aku jarang bantuin, hehe.. . hari itu mamah ada acara kajian di desa sampai siang. Karena hari itu hari minggu aku menggunakan waktu itu untuk bersantai-santai, pokoknya tidak ada yang boleh mengganggu istirahatku. Hp aku sillent. Siangnya mamah pulang, aku masih asyik tidur, alhamdulillah mamah bawa makanan, jadi nggak perlu masak untuk makan siang, ternyata sejak aku tidur tadi bapaknya caesar telpon aku, aku tau maksudnyamenelpon yaitu untuk mengasuh caesar, tetapi saat ini aku memang sedang tak ingin di ganggu. Ternyata pamanku malah nyuruh mamah. Ya Allah..tega banget sih, nyuruh mamah. Padahal mamah kan baru dateng kajian. Tetapi mamah nggak menolak atau mengeluh, mamah langsung ke rumah bibi dan membawa caesar ke rumahku. Tak tega aku sama mamah, akhirnya aku yang menjaga caesar dan mengajaknya bermain. Sore harinya mamah yang gantian mandiin caesar dan pulang jam 5. Ya Allah..aku tau pasti mamah capek, bayangkan dalam sehari beliau tak sedikitpun istirahat kecuali makan siang dan sholat. Tetapi mamah tak pernah mengeluh, beliau sangat sabar, tidak pernah marah dan membentak. Seumur hidupku aku tak pernah sedikitpun mendapat bentakan. Pernah sih sekali itu juga gara-gara aku susah di bangunkan pagi, padahal udah lewat waktu subuh dan hari itu aku harus berangkat sekolah, jadi buatku itu memang wajar.