Jumat, 22 Maret 2013

ibu


26 juni 2012
Seperti biasanya, sore ini aku mampir ke rumah tetanggaku yang tak lain paman dan bibiku sendiri, seperti biasa kami bersenda gurau sambil menonton tv, kebetulan hari ini kami sedang menonton tayangan berita tentang perencanaan sosialisasi kondom,  aku akan membahas masalah ini, tapi bukan di bab ini ya... sebenarnya dari obrolan ini pamanku jadi bercerita tentang salah satu bidan yang ada di kecamatan kami, kecamatan bantarkawung, tepatnya desa Jipang.
Sebelumnya paman bercerita ada seorang siswa yang hamil di luar nikah, gadis itu sudah cukup lama tak membicarakan masalah ini dengan orang tuanya, sampai kandungannya sudah cukup besar dan akhirnya orang tua gadis itu tau. Setelah berunding akhirnya orang tua mengijinkan untuk segera menggelar acara pernikahan, akan tetapi tepat di hari H, sang mempelai laki-laki tak kunjung datang, katanya sih kabur, tentu saja sang ayah mempelai putri shock dan sempat stress, akhirnya putrinya tersebut di usir dari rumah orang tuanya, gadis itu bingung hendak kemana, dan entah bagaimana ceritanya hingga akhirnya dia datang ke tempat persalinan bidan suprapti. Di tempat itu dia di rawat hingga proses melahirkan, dengan syarat anaknya nanti menjadi anak angkat ibu bidan, dan gadis yang telah menjadi seorang ibu itu tetap bekerja membantu bidan dengan merawat anaknya sendiri.
Pamanku terus bercerita, dan aku sempat nggak percaya, masa sih? Aku memang nggak begitu kenal dengan beliau, tetapi kata bibi juga begitu, bu prapti adalah orang baik, beliau selalu menolong orang terutama merawat anak-anak yang hamil di luar nikah dan menjadikan si bayi sebagai anaknya sendiri dan membesarkannya hingga sukses, terbukti semua anak angkatnya sekarang ada yang sudah kerja dan masih kuliah. Beliau tidak memiliki anak, suaminya sudah meninggal dan kini beliau hidup bersama anak-anak angkatnya. Subhanalloh..
Dari cerita ini aku bisa belajar dari beliau tentang bagaimana peran sebagai seorang bidan yang mau menyelamatkan si calon bayi dari seorang yang hamil di luar pernikahan, padahal tak sendikit mereka yang hamil di luar nikah ingin menggugurkan kandungan mereka dikarenakan malu nggak punya bapak, kalau malu kenapa mau ya?hm, tapi aku nggak mau bahas ini. Dengan segala kemampuan yang dimiliki beliau, beliau rela dan ikhlas menolong dan membesarkan bayi-bayi tak berdosa ini hingga menjadi orang sukses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar