26
juni 2012
Seperti
biasanya, sore ini aku mampir ke rumah tetanggaku yang tak lain paman dan
bibiku sendiri, seperti biasa kami bersenda gurau sambil menonton tv, kebetulan
hari ini kami sedang menonton tayangan berita tentang perencanaan sosialisasi
kondom, aku akan membahas masalah ini,
tapi bukan di bab ini ya... sebenarnya dari obrolan ini pamanku jadi bercerita
tentang salah satu bidan yang ada di kecamatan kami, kecamatan bantarkawung,
tepatnya desa Jipang.
Sebelumnya
paman bercerita ada seorang siswa yang hamil di luar nikah, gadis itu sudah
cukup lama tak membicarakan masalah ini dengan orang tuanya, sampai
kandungannya sudah cukup besar dan akhirnya orang tua gadis itu tau. Setelah
berunding akhirnya orang tua mengijinkan untuk segera menggelar acara
pernikahan, akan tetapi tepat di hari H, sang mempelai laki-laki tak kunjung
datang, katanya sih kabur, tentu saja sang ayah mempelai putri shock dan sempat
stress, akhirnya putrinya tersebut di usir dari rumah orang tuanya, gadis itu
bingung hendak kemana, dan entah bagaimana ceritanya hingga akhirnya dia datang
ke tempat persalinan bidan suprapti. Di tempat itu dia di rawat hingga proses
melahirkan, dengan syarat anaknya nanti menjadi anak angkat ibu bidan, dan
gadis yang telah menjadi seorang ibu itu tetap bekerja membantu bidan dengan
merawat anaknya sendiri.
Pamanku
terus bercerita, dan aku sempat nggak percaya, masa sih? Aku memang nggak
begitu kenal dengan beliau, tetapi kata bibi juga begitu, bu prapti adalah
orang baik, beliau selalu menolong orang terutama merawat anak-anak yang hamil
di luar nikah dan menjadikan si bayi sebagai anaknya sendiri dan membesarkannya
hingga sukses, terbukti semua anak angkatnya sekarang ada yang sudah kerja dan
masih kuliah. Beliau tidak memiliki anak, suaminya sudah meninggal dan kini
beliau hidup bersama anak-anak angkatnya. Subhanalloh..
Dari
cerita ini aku bisa belajar dari beliau tentang bagaimana peran sebagai seorang
bidan yang mau menyelamatkan si calon bayi dari seorang yang hamil di luar
pernikahan, padahal tak sendikit mereka yang hamil di luar nikah ingin
menggugurkan kandungan mereka dikarenakan malu nggak punya bapak, kalau malu
kenapa mau ya?hm, tapi aku nggak mau bahas ini. Dengan segala kemampuan yang
dimiliki beliau, beliau rela dan ikhlas menolong dan membesarkan bayi-bayi tak
berdosa ini hingga menjadi orang sukses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar