Pagi
itu bibi teriak-teriak memanggilku, aku pikir mau ngajak beli sayuran, ternyata
bukan. “kenapa bi?”
“is,
mang Toha meninggal dunia”
“innalillahi...mang
toha siapa ya?” tanyaku bingung
“mang
toha nu hade nemen..”
Sontak
aku kaget waktu ingat mang Toha yang diceritakan bibi, usianya sekitar 35 ke
atas, yang aku tau wajahnya masih muda, gagah, sering minjemin uang, ngasih
uang ke warga, bahkan pernah minjemin barang dagangannya ke bapak untuk di
gunakan membangun rumahku. Bertemu terakhir 2 hari sebelum meninggal pas aku mau beli sayur sama bibi. Masih segar
bugar. Meninggalnya beliau bukan karena sakit, meninggal waktu mau dibangunkan
sholat malam oleh istrinya.subhanalloh..padahal sore harinya beliau sudah
membagi-bagikan buku dan alat tulis ke anak-anak di desanya. Pantas saja banyak
warga yang kehilangan. Benar, orang baik selalu dikenang, orang mati
meninggalkan namanya.
Jujur
saja, kalau orang meninggal pasti yang menjadi pertanyaan adalah kenapa? Sakit
apa? Ya begitulah pikiranku. Tetapi singkat dari cerita ini ada banyak
pelajaran yang aku ambil tentang rahasia Allah dalam mendatangkan malaikat
maut.
Ih..ngeri
kalau ngomongin ini, bawaannya horor, tapi emang perlu banget memahami betul
tentang kematian, siap nggak siap. Yang pasti yang namanya meninggal nggak ada
yang tau kecuali Allah SWT. Melihat perisiwa di atas aja aku semakin yakin kalau
maut itu nggak memandang siapa orangnya. Buta, tuli, bisu. Tak melihat usianya
berapa, muda, tua, gagah, jelek, miskin atau kaya, baik buruk. Bisa datang
begitu saja, nggak bilang-bilang, ada juga yang sudah memberi tanda-tanda kalau
kata orang itu firasat, tapi wallahu a’lam. Berbicara tentang kematian adalah
rahasia Allah SWT.
Tetapi
kalau udah tau begini, rasanya ingin terus memperbaiki diri, jadi takut berbuat
yang nggak baik, jadi nggak ingin menunda sholat lagi. Ingat sebuah kisah nyata
tentnag menunda sholat. Kejadian ini dialami ayahku dan rekan- rekan kerjanya.
Sore
itu mereka telah melakukan perjalanan dinas, ayahku dan satu temannya
menggunakan motor, begitu pula dengan yang lain, waktu itu waktu sholat asar,
ayahku dan satu temannya berhenti dulu di mesjid untuk menunaikan sholat,
tetapi 2 temannya bilang kami nanti saja. Tetapi sebuah perisiwa kecelakaan
terjadi, salah satu dari mereka meninggal dan satunya selamat walaupun kakinya
terluka. Diceritakan begitu sama bapak aku merinding, dan jadi nggak mau lagi
nunda sholat.
Megambil
sesuatu hal positif saja. Dengan ketidak tahuannya kita tentang datangnya tamu
tak diundang ini kita harus lebih hati-hati dalam bersikap, memperbanyak amalan
baik agar dimudahkan dalam sakaratul maut, dan walaupun tau mati itu akan
datang kita jangan patah semangat bekerja, kan hadistnya bilang
“kerjakanlah
urusan duniamu aeakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya, dan laksanakanlah
amalan skhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok hari (H.R Ibnu Asakir)
Semoga
kita menjadi manusia yang dimudahkan dalam sakaratul maut dan meninggal dalam
keadaan khusnul khatimah, amiin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar