Jumat, 22 Maret 2013

maut itu ..


Pagi itu bibi teriak-teriak memanggilku, aku pikir mau ngajak beli sayuran, ternyata bukan. “kenapa bi?”
“is, mang Toha meninggal dunia”
“innalillahi...mang toha siapa ya?” tanyaku bingung
“mang toha nu hade nemen..”
Sontak aku kaget waktu ingat mang Toha yang diceritakan bibi, usianya sekitar 35 ke atas, yang aku tau wajahnya masih muda, gagah, sering minjemin uang, ngasih uang ke warga, bahkan pernah minjemin barang dagangannya ke bapak untuk di gunakan membangun rumahku. Bertemu terakhir 2 hari sebelum meninggal pas  aku mau beli sayur sama bibi. Masih segar bugar. Meninggalnya beliau bukan karena sakit, meninggal waktu mau dibangunkan sholat malam oleh istrinya.subhanalloh..padahal sore harinya beliau sudah membagi-bagikan buku dan alat tulis ke anak-anak di desanya. Pantas saja banyak warga yang kehilangan. Benar, orang baik selalu dikenang, orang mati meninggalkan namanya.
Jujur saja, kalau orang meninggal pasti yang menjadi pertanyaan adalah kenapa? Sakit apa? Ya begitulah pikiranku. Tetapi singkat dari cerita ini ada banyak pelajaran yang aku ambil tentang rahasia Allah dalam mendatangkan malaikat maut.
Ih..ngeri kalau ngomongin ini, bawaannya horor, tapi emang perlu banget memahami betul tentang kematian, siap nggak siap. Yang pasti yang namanya meninggal nggak ada yang tau kecuali Allah SWT. Melihat perisiwa di atas aja aku semakin yakin kalau maut itu nggak memandang siapa orangnya. Buta, tuli, bisu. Tak melihat usianya berapa, muda, tua, gagah, jelek, miskin atau kaya, baik buruk. Bisa datang begitu saja, nggak bilang-bilang, ada juga yang sudah memberi tanda-tanda kalau kata orang itu firasat, tapi wallahu a’lam. Berbicara tentang kematian adalah rahasia Allah SWT.
Tetapi kalau udah tau begini, rasanya ingin terus memperbaiki diri, jadi takut berbuat yang nggak baik, jadi nggak ingin menunda sholat lagi. Ingat sebuah kisah nyata tentnag menunda sholat. Kejadian ini dialami ayahku dan rekan- rekan kerjanya.
Sore itu mereka telah melakukan perjalanan dinas, ayahku dan satu temannya menggunakan motor, begitu pula dengan yang lain, waktu itu waktu sholat asar, ayahku dan satu temannya berhenti dulu di mesjid untuk menunaikan sholat, tetapi 2 temannya bilang kami nanti saja. Tetapi sebuah perisiwa kecelakaan terjadi, salah satu dari mereka meninggal dan satunya selamat walaupun kakinya terluka. Diceritakan begitu sama bapak aku merinding, dan jadi nggak mau lagi nunda sholat.
Megambil sesuatu hal positif saja. Dengan ketidak tahuannya kita tentang datangnya tamu tak diundang ini kita harus lebih hati-hati dalam bersikap, memperbanyak amalan baik agar dimudahkan dalam sakaratul maut, dan walaupun tau mati itu akan datang kita jangan patah semangat bekerja, kan hadistnya bilang
“kerjakanlah urusan duniamu aeakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya, dan laksanakanlah amalan skhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok hari (H.R Ibnu Asakir)
Semoga kita menjadi manusia yang dimudahkan dalam sakaratul maut dan meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, amiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar