Jumat, 22 Maret 2013

belajar dari tanaman


“dan kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya. Untuk kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman. Dan kebun- kebun yang rindang” (Q.S An Naba’ 14-16)
Sore menjelang berbuka, setelah menyiapkan segala hidangan di meja aku sempatkan untuk menengok si hijau yang rindang dan menyejukan rumah. Sebelumnya tanaman hias di rumah kering dan banyak daun menguning lalu rontok. Memang waktu itu musim kemarau dan para penghuni rumah sibuk dengan aktifitas masing-masing, jadi nggak ada yang bisa merawat atau sekedar menyiram tanaman, kalau sempat baru seminggu sekali. kekurang telatenan itulah yang menyebabkan tanaman yang harusnya tumbuh menawan, berbunga cantik menjadi layu tak indah dipandang.
Aku suka dengan tanaman, dan yang ingin aku tekuni adalah menanam berbagai macam tanaman sayur seperti tomat dan cabai, selain aku suka pedas aku juga suka tomat yang banyak khasiat. Tetapi lahan yang kurang dan aku juga belum tau cara efektif, jadi masih asal tanam saja. Alhasil tanaman cabai tumbuh tidak sempurna dan tanaman tomat juga tak pernah tumbuh, hehehe.. ketahuan nggak bisanya. Tapi tetep nggak mau nyerah, pokoknya aku harus punya tanaman itu, kan lumayan. Dari mimpi itu aku jadi suka merawat tanaman kembali, menyiraminya rutin pagi dan sore, apalagi kalau akhir pekan, sebelum menguras bak mandi, biasanya ada air sisa di kolam, daripada terbuang mending di angkut pakai ember terus di sirami ke tanaman, capek sih, ribet juga kalau nggak pake keran, tapi kan hemat air, hehe..
Ah...itu sekedar cerita saja, sebenarnya yang ingin aku ceritakan disini adalah hubungan antara tanaman dan perawatan pemiliknya. Secara ilmiah tanaman akan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya tanpa bantuan manusia, misalnya pohon pisang, pohon kelapa, belum pernah saya lihat ada petani menyiram pohon itu. Nggak di rawatpun mereka mmapu tumbuh sempurna dan menghasilkan banyak manfaat untuk manusia. Yah tentu saja ini karunia Allah yang di berikan melalui air hujan, cahaya matahari, iklim yang bagus, tanah yang subur. Dengan kerja sama komponen alam itu membentuk siklus yang namanya proses fotosintesis dan lain-lainnya, aduh kok jadi ngomongin pelajaran IPA yah?hehehe... pokoknya begitulah..
Tetapi berbeda dengan beberapa tanaman yang membutuhkan perawatan dari si pemilik, misalnya tanaman hias, sayuran dan padi pun butuh pengairan, pemupukan, agar menghasilkan produk yang baik. Daun tanaman jadi nggak layu dan kering, rontok, pokoknya jadi tumbuh subur, banyak daunnya, cantik dan bisa memperindah rumah. Semua itu berkat perawatan kita.
Kalau dipikir-pikir semuanya butuh perawatan, penyiraman, termasuk pohon pisang yang tumbuh dengan sendirinya juga ternyata memiliki banyak bantuan dari komponen lainnya.
Nah, dari uraian tadi kita jadi banyak belajar. Tanaman itu seperti diri kita sendiri. Kalau tanaman nggak disiram akan layu dan mati, kita juga begitu.  Nggak ada siraman rohani yang masuk kedalam jiwa kita. Hidup mengalir aja, flat. Nggak asik banget deh,  pasti hati kita jadi gersang, alah...alay..hihii.. tapi beneran. Hidup tanpa agama serasa hambar, bahkan kalau agama hanya sekedar di KTP juga sama aja. Paling tidak melaksanakan kewajiban itu sudah merupakan proses penyiraman rohani kita.
Sebenarnya siraman itu tak sekedar siraman rohani, pada dasarnya kita tumbuh dan berkembang membutuhkan faktor lain seperti halnya tanaman tadi, membutuhkan faktor dari yang lain, motivasi untuk terus memperbaiki diri, tujuan, cita-cita. Ibarat tanaman yang ingin menghasilkan produk yang baik para petani menggunakan banyak cara, kultur jaringan, pemupukan, dan lain-lainnya. Nah..sama dengan manusia untuk menjadi pribadi yang diinginkan dan menciptakan tujuan kita pun sama, kita menyirami diri kita dengan mendekatkan diri pada sang pencipta Allah SWT seperti sholat, membaca alQuran, belajar, mencari ilmu yang bermanfaat untuk kita dan bisa kita amalkan. Banyak ternyata ilmu yang bisa kita dapatkan, nggak hanya di sekolah, bahkan dengan menonton tivi juga bisa. Sekarang banyak acara tv yang mengajarkan banyak hal. Nggak melulu sinetron. Misalnya acara masak, talk show, berita investigasi yang bukan gosip lho yaa..hihihi... intinya banyak hal yang bisa kita pelajari di sekitar kita. Karena universitas kehidupanlah yang memberikan kita banyak pelajaran untuk di ambil hikmahnya. Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang berilmu dan bermanfaat. Amiin.. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar