setiap detik setiap hari selalu ku temukan pelajaran.. aku bersyukur kini kenapa Allah memberikan kehidupan ini padaku, ketika dulu aku merasa menjadi orang paling tidak beruntung, tapi lambat laun aku mulai mengerti, kenapa aku harus berada di tempat ini..
dulu aku sangat menginginkan kehidupan yang sempurna, menjadi orang yang sempurna, tinggal diperkotaan, gaji tinggi, kerja di tempat keren, idealis memang, tapi begitulah kenyataannya.
dua tahun sudah aku berada di tempat ini,, sekarang aku tak hanya mengajar IPA, tapi aku mencoba belajar bahasa Indonesia, selain itu kini aku diberi kepercayaan untuk menjadi guru di SMP Paket B.
kalau aku mau memandang sebelah mata, tak akan henti-hentinya aku mengeluh.
mengenal dan memahami firman Allah dalam surah ar rohman membuatku sadar betul, bahwa tidak pantas rasanya aku mengeluh, bahkan ketika keadaanku tak seperti yang aku inginkan.
selama mengajar itulah aku justru belajar banyak hal, tak hanya mensyukuri kenikmatan materi, tapi belajar tentang kehidupan sosial, mengenal banyak orang bahwa tak semua manusia memiliki sifat yang sama apalagi yang sesuai dengan apa yang kita harapkan.
ketika kuliah aku mempelajari tentang karakteristik siswa yang bermacam-macam dari segi teori, kini aku benar-benar berada dalam kenyataan.
mereka.. anak-anakku..mereka adalah cermin untukku.
dari polahnya, tingkah lakunya di kelas, diluar jam pelajaran memberikan banyak pelajaran,
ketika mereka mengatakan bu guru padaku,,sebenarnya merekalah guruku. aku belajar banyak hal dari mereka..
tak hanya belajar materi pelajaran, tapi tentang nilai kemanusiaan, menghargai, menerima dan mendengar apa yang mereka inginkan tanpa harus mendikte
ketika mereka bisa menerimaku dengan baik, merespon setiap pertanyaan yang aku ajukan, meminta aku menjelaskan sesuatu, melemparkan senyum penuh hangat karena kedatanganku di kelas, itulah semangat untukku, hadiah terindah Tuhan..
dan ketika mereka hanya duduk diam, lemas, tidak meresponku, tdak peduli, ini cermin untukku..pada saat itulah aku tau, bahwa masih banyak yang harus aku pelajari, masih banyak kurangku..
malam tadi, aku baru saja di tegur, rasanya sangat sakit, ketika tahu muridku kini belajar dengan guru yang lain, rasanya aku adalah guru yang sangat tidak bertanggung jawab. atau mungkin aku tidak bisa menjadi guru yang baik untuknya. ini cermin untukku, ketika kemarin-kemarin aku tak lagi mengajarnya kini ia berlari ke orang lain, kehilangan seorang murid itu rasanya..
kini bukan lagi materi, tapi semangat mereka, respon mereka dan hasilyang mereka peroleh, prestasi mereka adalah kepuasan sendii untukku.
aku harus lebih baik.. teruslah menjadi cermin untukku.. cermin yang jernih,,yang memantulkan keindahan, dan pun ketika kotor tertutup oleh debu, aku akan membersihkannya setiap waktu...
dulu aku sangat menginginkan kehidupan yang sempurna, menjadi orang yang sempurna, tinggal diperkotaan, gaji tinggi, kerja di tempat keren, idealis memang, tapi begitulah kenyataannya.
dua tahun sudah aku berada di tempat ini,, sekarang aku tak hanya mengajar IPA, tapi aku mencoba belajar bahasa Indonesia, selain itu kini aku diberi kepercayaan untuk menjadi guru di SMP Paket B.
kalau aku mau memandang sebelah mata, tak akan henti-hentinya aku mengeluh.
mengenal dan memahami firman Allah dalam surah ar rohman membuatku sadar betul, bahwa tidak pantas rasanya aku mengeluh, bahkan ketika keadaanku tak seperti yang aku inginkan.
selama mengajar itulah aku justru belajar banyak hal, tak hanya mensyukuri kenikmatan materi, tapi belajar tentang kehidupan sosial, mengenal banyak orang bahwa tak semua manusia memiliki sifat yang sama apalagi yang sesuai dengan apa yang kita harapkan.
ketika kuliah aku mempelajari tentang karakteristik siswa yang bermacam-macam dari segi teori, kini aku benar-benar berada dalam kenyataan.
mereka.. anak-anakku..mereka adalah cermin untukku.
dari polahnya, tingkah lakunya di kelas, diluar jam pelajaran memberikan banyak pelajaran,
ketika mereka mengatakan bu guru padaku,,sebenarnya merekalah guruku. aku belajar banyak hal dari mereka..
tak hanya belajar materi pelajaran, tapi tentang nilai kemanusiaan, menghargai, menerima dan mendengar apa yang mereka inginkan tanpa harus mendikte
ketika mereka bisa menerimaku dengan baik, merespon setiap pertanyaan yang aku ajukan, meminta aku menjelaskan sesuatu, melemparkan senyum penuh hangat karena kedatanganku di kelas, itulah semangat untukku, hadiah terindah Tuhan..
dan ketika mereka hanya duduk diam, lemas, tidak meresponku, tdak peduli, ini cermin untukku..pada saat itulah aku tau, bahwa masih banyak yang harus aku pelajari, masih banyak kurangku..
malam tadi, aku baru saja di tegur, rasanya sangat sakit, ketika tahu muridku kini belajar dengan guru yang lain, rasanya aku adalah guru yang sangat tidak bertanggung jawab. atau mungkin aku tidak bisa menjadi guru yang baik untuknya. ini cermin untukku, ketika kemarin-kemarin aku tak lagi mengajarnya kini ia berlari ke orang lain, kehilangan seorang murid itu rasanya..
kini bukan lagi materi, tapi semangat mereka, respon mereka dan hasilyang mereka peroleh, prestasi mereka adalah kepuasan sendii untukku.
aku harus lebih baik.. teruslah menjadi cermin untukku.. cermin yang jernih,,yang memantulkan keindahan, dan pun ketika kotor tertutup oleh debu, aku akan membersihkannya setiap waktu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar