Jumat, 29 Juni 2012

semangat yang tak pernah padam


©      Niat + kemauan = BISA
“Aduuh...banyak banget kerjaanku” “aduuh...bisa nggak yah? Ini kan susah banget?”
“huwf! Males, capek, ntar aja deh..”
Nah loh...ini nih cuap-cuap yang biasanya dilontarkan para pecundang, ops! Termasuk saya juga pernah menajdi pecundang, hihihi..., maaf yah..kalau saya menyebut pengeluh sebagai pecundang, soalnya sukanya menyerah dulu sebelum berperang. Banyak mengeluhnya daripada semangatnya. Yup! Setiap orang mungkin sangat wajar kalo mengeluh, namanya juga manusia, tapi kalau hal ini menjadi kebiasaan kan nggak lucu juga, gara-gara alasannya namanya juga manusia, jauh dari kesempurnaan, hemmm... SALAH BESAR!!
Saya punya cerita dari seseorang, mm.. hehe.. yang aku kenal dari dia orangnya suka banget mengeluh, capek, males dan banyak alasan-alasan lain yang buat aku jadi sedikit jengkel, tetapi aku tak pernah lelah untuk menyemangatinya, karena hanya itu yang bisa dilakukan, right??
Suatu hari dia diterima kerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta Pusat, padahal tempat tinggalnya itu di jakarta selatan, aku yang belum dua kali ke jakarta tentu nggak paham seberapa jauh jarak yang harus di tempuh, tapi dia bilang sih sebenarnya nggak terlalu jauh, hanya saja harus melewati yang namanya kemacetan sehingga membuat perjalanan yang harusnya cukup 1 jam menjadi 2 jam, heh? Segitu parahkah kemacetan di Jakarta??
Awalnya dia bekerja aku sudah menduga akan banyak sekali keluhan yang keluar dari mulutnya, memang benar, di tambah lagi kerjaan yang sangat  banyak. Hari demi hari di lalui, sekarang sudah 4 bulan dia bekerja dan alhamdulillah masih bertahan, dia bilang ternyata kalau dijalanin jadi terbiasa, dan sebenarnya nggak patut buat mengeluh, masih banyak orang-orang yang tempat kerjanya lebih jauh, bahkan ada yang tidak menggunakan kendaraan pribadi. Alhamdulillah..dia sudah menyadari, ini pembelajaran buatku juga, dia juga pernah bilang begini
“tau nggak is, kerjaan mas tiap hari numpuk, kerjaannya sih kayak ngerjain skripsi, ngetik dan pake mikir, sebelumnya mas liyat tumpukan dokumen yang harus dipelajari, huh, kalau udah lihat itu males aja bawaannya, haduh! Tapi mas coba duduk dan mulai membuka-buka, selalu kata aduh yang keluar, tapi mau nggak mau mas harus ngerjain, terus dan terus di kerjakan dan nggak terasa udah sore, padahal tadi pagi ngeliyat dokumen numpuk ajah udah pusing duluan. ternyata kalau kita ada niat dan mau melakukannya kerjaan yang tadinya berat selesai juga dan nggak terasa terasa malah.” Begitu ceritanya di telpon.
Hmm...satu pelajaran lagi buat kita, niat dan kemauan untuk mengerjakan dan tentunya kerjakan terus, lawan si malas!
Aku jadi inget jaman masih kuliah dan mengurusi skripsi, kebayang nggak sih gimana susahnya, sebenarnya sih merangkai kata-kata atau sekedar copy paste dari buku gampang aja, tapi kerja sama dengan dosen yang kadang buat para mahasiswa jadi males dan alhasil menunda-nunda si skripsi itu, alasannya susah ketemu dosen lah, dosennya sibuk dan macam-macam alasan. Aku juga pernah mengalami hal ini, 7 bulan aku mengurusi skripsi dari proposal hingga jadi sebendel karya bersejarah itu. Dan yang paling berkesan buatku adalah detik-detik setelah sidang Skripsi.
Aku begitu ngototnya ingin ikut yudisium bulan Agustus, pikiran aku kacau balau, pokoknya aku harus bisa wisuda bulan September 2011 sesuai targetku. Setiap hari kerjaanku ke kampus menunggu dosen, beruntung kalau bisa ketemu, pernah juga udah nunggu lama nggak taunya nggak dateng, kecewa sih, tapi namanya perjuangan di nikmati ajah. Hari itu tanggal 4 agustus 2011, tepat dimana aku akan mempertarhkan masa 4 tahun kuliah dan kelulusanku di tentukan oleh hari itu. Sidang skripsi yang kata orang-orang tegang, apalagi kata temen-temen dosen pengujiku sangat kritis, kebayang banget seperti apa tegangnya, tapi mau nggak mau dan memang harus mau aku melaluinya, udah acc dan aku mengejar target juga. Kurang lebih 45 menit berlalu di meja sidang, dan Alhamdulillah, semua berjalan lancar, sebenarnya nggak juga sih, aku sempat nangis waktu keluar dari ruangan, temen-temen pada kaget dan bertanya-tanya “kenapa nangis is?”
“refisinya bnayak banget..” jawabku lemes, di tambah lagi aku di kasih batas waktu 1 minggu. Aku takut nggak bisa ngejar pendaftaran yusdisium yang batas waktunya juga 1 minggu lagi. Maunya aku udah langsung jilid, hehe...
Pas aku masuk ke ruangan lagi, pembimbingku ibu Yuliyati M.Kes dab Ibu Marfuatun M.Si menyarankan untuk segera refisi dan memberi batas waktu 1 minggu, tapi aku mengusulkan
“ibu, bagaimana kalau saya di kasih waktu 1 hari, boleh tidak?”
Semua dosen malah bingung, tapi mereka mendukungku, ada yag tertawa juga karena usulku yang sedikit aneh, dimana-mana mahasiswa ingin menambah batas waktu refisi, aku malah ingin 1 hari. Tapi ini semua demi ikut pendaftaran yudisium yang waktunya sebentar lagi. Belum mengurus persyaratan yang lain, mencari tanda tangan dosen dan dekan yang keberadaannya tidak pasti. 1 minggu adalah waktu yang sangat singkat.
Akhirnya sepulang dari kampus, aku langsung menuju kamar kos, istirahat sebentar dan cerita pengalaman sidang ke teman-teman membuatku sedikit terhibur. Tak ingin membuang waktu, semalam suntuk aku mebgerjakan refisian sejumlah 2 lembar. Jujur aku nggak tidur malam itu, dengan di temani secangkir kopi, ya, selama penggarapan skripsi kopi menjadi teman setia. Itupun tidak mudah, aku harus mengedit kembali judul skripsi, tentunya kalau sudah masalah judul yang di edit semuanya harus di rombak ulang. Tak mau pusing dengan semua refisian, aku kerjakan satu persatu dari halaman pertama, benar-benar teliti. Mengedit kata masih terbilang mudah. Tapi kalau sudah masuk pembahasan huwf..nyerah deh! Sesekali aku istirahat merebahkan diri, memejamkan mata bukan untuk tidur, tapi menenangkan fikiran, tak lupa doa selalu terucap, Ya Allah..bantu iis, semoga selesai satu malam ini dan besok udah bisa di kumpul. Amiin.. selalu begitu, dan kalau ingat dengan target dan berdoa begitu semangatku tumbuh lagi, kerjakan lagi, sampai pagi. Setelah pukul 8 pagi akhirnya selesai juga, tapi belum lega, soalnya belum di print, setelah mandi aku langsung ke tempat rental, untungnya sebagian sudah aku print di kost, karena tintanya habis, aku harus rela mengantri di rentalan, dan tepat jam 11 aku sampai di ruangan ibu pembimbing, tapi sayang yang di tunggu belum juga datang, katanya sih jam 1 siang beliau baru datang. Ada waktu 2 jam, aku gunakan untuk makan di kantin.
Dan waktu 1 hari itu tidak membuahkan hasil positif, dosenku bilang baru bisa di baca besok seninnya, ya Ampun..aku lemes. Tetapi mau gimana lagi, sabtu dan minggu libur. Singkat cerita perjuanganku satu minggu itu mencapai hasil juga, aku bisa daftar yusidium untuk bulan agustus walaupun harus menunggu dosen sampai jam 5 sore di koridor, tentunya bersama mahasiswa lain yang senasib denganku.
Pengalamanku ini memberikan kisah tersendiri dan tentunya banyak pelajaran yang bisa di ambil. Ada niat yang benar-benar kuat, memiliki target , berdoa dengan penuh keyakinan akan pertolongan Allah dan tentunya kemauan serta usaha yang maksimal. Dengan semua itu segala mimpi dan tujuan pasti bisa di raih. Bahkan ketika orang mengatakan itu tidak mungkin, tetapi Allah berbeda, baginya tidak ada yang tidak mungkin. Aku percaya Allah selalu ada dan bermurah hati untuk menolong hambanya. Dan ini memang terbukti.
Tak ingin melupakan ini, aku juga sangat berterimakasih Allah memberikan orang-orang yang baik yang selalu mendukungku dalam doa dan transfer semangat. Kedua orangtuaku dan mereka yang selalu ada untukku dengan segala motivasinya baik dari bentuk kata-kata maupun doa, semua ini juga sangat berpengaruh akan keberhasilan.
note: untuk kita semua yang sedang berjuang dalam hal apapun demi meraih mimpi yang kita inginkan teruslah semangat dan selalu ingat Allah, karena Dia selalu ada dan terbuka untuk kita, jangan mudah menyerah dengan keadaaan apapun yang sedang kita hadapi, karena susutau yang menjadi penghalang kita bisa jadi itu hanya ujian apakah kita pantas untuk menjadi sukses. pak mario tegus mengatakan malas sama dengan menunda kesuksesan, hmm..nggak mau berlama-lama untuk menjadi sukses? yuukk mari kita semangat berjuang!!!haja! fight! ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar