Senin, 26 desember 2011
Terinsiprasi dari sebuah film yang baru aku tonton tad malam, judulnya the persuit of happyness.hehe..gak tau deh ejaannya bener apa kagak??
Mungkin film itu udah lama banget, tapi jujur saja aku baru menontonnya di trans salah satu stasiun tv favorit yang selalu menayangkan acara-acara yang kreatif, unik dan mnginspirasi (hehe..promosi juga stasiun tv yang oke buat di tonton selain metro tv, syapa tau aja yang punya baca,trus extracted dengan tulisan ini,hihihi..)
Nah..intinya film ini menceritakan tentang kisah seorang ayah yang ingin mengejar kebahagiaan, dari yang dia masih pengangguran,meliliki istri dan satu anak berumur 5 tahun, punya rumah kontrakan yang udah berbulan2 gak di bayar, sering kena tilang Dan menggantungkan hidup pada sebuah mesin pemadat tulang atau apalah itu..suatu hari bertemu dengan seorang pialang saham yang sukses..dari sinilah sebuah perjalanan, banting tulang, jungkir balik,hehe lebay yah..mengejar kebahagiaan untuk menjadi pialang saham, sebenarnya bukan itu yang ingin di raih tetapi mungkin saja bagaimana dia bisa bahagia dan membahagiakan si anak..so sad,affected but happy ending..^^
Tapi sebenranya yang ingin saya ceritakan dalam tulisan ini bukan sinopsis cerita itu, tapi promosi film bagus boleh lah yaa..dari pada nonton yang gak mutu dan gak mendidik..hehe..aya hanya ingin memulai perjalanan hidup saya yang sudah hampir dari lulus kuliah 27 September..berarti...??? empat bulan kurang satu hari masih terombang ambing dengan yang namanya cita-cita, mimpi, masa depan. Yang membuat saya takut menghadapinya, dalam pikiran saya selalu saja dipenuhi dengan yang namanya keinginan,harapan, saya tidak tau apakah ini cita-cita atau nafsu yang menggebu untuk memiliki sebuah kesuksesan dengan banyak uang, saya pikir dengan bayank uang saya akan menjadi lebih bahagia, bisa beli ini itu yang saya mau..but..that’s wrong! Saya sering bertanya pada mereka orang-orang sukses yang ada disekitar saya..bukan itu..ternyata mereka pun berusaha keras bagaimana mencukupi hidup keluarganya, banting tulang dan apalah itu..ada pula yang hidup dengan kesederhanaan mereka tetapi mereka bisa bahagia..hmmm...dari sinilah saya pikir..saya ingin sekali membagi kisah-kisah mereka yang ada di desa kecil saya, yang pernah di bilang desa kurang berkembang..(hehm.stat di fb orang ini yang membuat saya ingin memajukan desa kecil ini).
Okaaiiii...saya bukan penulis terkenal seperti Andrea Hirata, Habiburrahman, tapi saya hanya ingin menghidupkan kembali hoby jaman kecil saya yaitu menulis..hehheeh....oke..oke..mari kita mulai perjalanan hidup tentang sebuah kesuksesan dan kebahagiaan...yuk marii...^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar